Friday, December 9, 2011

Terima Kasih Ibu




Suatu Ketika....
Seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia, menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan. "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku kedunia, tapi bagaimana cara saya hidup disana. saya begitu kecil dan Lemah." Kata si Bayi.

Tuhan Menjawab : "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu. "Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia." Demikian kata si Bayi.

Tuhan pun menjawab : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.


Si Bayi pun bertanya kembali. "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?"

Sekali lagi Tuhan menjawab: "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo'a"

Si Bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi. "Saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?"

Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab : "Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwa raganya sekalipun"

Si Bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya. "Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi"

Dan Tuhan pun menjawab : "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu sangat tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar sang Bayi. Dengan suara yang lirih dia bertanya. "Tuhan.............. Jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat dirumahku nantinya?"

Tuhan pun menjawab : "Kamu dapat memanggil malaikatmu..... Ibu ………………..

Kenanglah Ibu yang menyayangimu, Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi...... Ingatlah engkau, ketika Ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu. Ingatkah engkau ketika jemari Ibu mengusap lembut kepalamu?.... dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata Ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah Ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf pada Ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu. Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan dimasa yang akan datang. Ketika Ibumu telah tiada ……......Tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah……... tanda bahagia. Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya. Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya. Kembalilah segera...... peluklah Ibu yang selalu menyayangimu...... Ciumlah Kaki Ibu yang selalu merindukan dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya. Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya…………......


0 Responses to “Terima Kasih Ibu”

Post a Comment